![]() | |
| MP 38 39 40!! |
Keesokan harinya, kertas pemilihan
ekstra dibagikan. Akhirnya aku menjatuhkan pilihanku di Madyapadma. Dan dari
situlah perjalananku di Madyapadma berawal!
![]() | |
| ini foto pertama kami. Edisi kelas 10 masih pada botak wkwk |
Pasti kalian bertanya tanya,
sebenarnya Madyapadma itu apa sih?
Sini biar aku jelasin. Madyapadma adalah
ekstrakulikuler jurnalistik yang ada di SMAN 3 Denpasar. Di sini kita nggak
cuma diajarin tentang jurnalistik. Ada banyak bidang mulai dari audiovisual
buat yang suka buat film atau video, penelitian buat yang suka neliti, radio
untuk kalian yang suka ngomong, redaksi buat kalian yang pengen jadi reporter,
multimedia, online, buku, dan usaha. Banyak kaan?
Di Madyapadma aku milih bidang
penelitian atau technopreneur. Aku tertarik sama bidang ini karena aku sempat
dengar kabar kalau ada anak Trisma yang ke Amerika karena penelitiannya. Nggak
nyangka aku bisa ketemu langsung sama mereka yaitu kak Cok Ami sama Kak Intan.
Jadiiii aku pengen tahu lebih jauh tentang bagaimana cara meneliti dan segala
hal tentang penelitian. Aku ini orang awam. Bukan juga anak KIR saat SMP. Benar
benar tidak tahu harus bagaimana membuat karya tulis. Jadi aku pikir, bidang
ini akan sangat membantu.
Kakak kelas pertama yang aku kenal
di MP adalah kak Raka. Jelas karena memang dia masih ada hubungan saudara sama
aku wkwk. Setelah itu aku kenalan sama Kak Adnya. Kak Adnya juga baik bangettt.
Aku inget minggu pertama ekstra, MP ngadain kegiatan outbond pertama. Seruuu
banget!! Kita ngisi TTS gitu. Terus kita main games dan nyanyi nyanyi bareng.
Waktu itu aku belum hafal lirik, belum tau nada, tapi gapapa. Yang penting
nyanyi yuhuu.
Ada 2 pengalaman paling berkesan
selama setahun aku jadi anak MP.
Pertama Ekspedisi jelajah sepeda pesisir timur
Bali. Ini kegiatan yang mantap banget pokoknya. Awalnya aku pengen ikut dari etape
awal sampai akhir. Tapi karena ibuku nggak mengizinkan, jadi aku ikut etape terakhir
deh, dari Serangan sampai ke Trisma.
Pagi pagi aku udah menuju serangan
sambil bawa sepeda. Kita disana sarapan dulu, terus pemanasan dan dengerin
pengarahan. Asik banget bisa sepedaan bareng sama kakak kakak dan temen temen.
Pakai helm dengan gagahnya, masker dan baju khas pesepeda. Di perjalanan sempat
ngos-ngosan karena udah lama nggak pernah naik sepeda lagi huahaha. Kita sempat
berhenti dulu di lapangan puputan untuk istirahat. Waktu itu rencana pak
walikota mau ketemu sama kita. Tapi batal karena beliau berhalangan. Akhirnya
kita melanjukan perjalanan. Tim pesepeda sampai di sekolah dengan selamat. Rasa
Lelah terbayarkan!! Lucunya, warga sekolah yang datang menyambut kita itu
seperti nyambut artis artis. Mereka ramai ngumpul di depan gerbang sekolah
dengan wajah sumringah nyambut kedatangan kita. Ada rasa bangga ketika melihat
mereka menyemangati kami.
Pengalaman kedua adalah saat
Presslist 8. Mungkin ada dari kalian yang belum tahu sama sekali tentang
presslist. Jadi presslist adalah singkatan dari apresiasi sineas dan
journalist. Presslist ini salah satu event terbesar MP.
Ada apa aja sih di Presslist?
Banyak banget! Kita mengadakan lomba
kording, fotografi, majalah, lomba resensi buku, lomba blog, pelatihan + lomba
karikatur. Yang special di Presslist tahun ini adalah ada deklarasi petisi dan
book fair.
Persiapan presslist ini udah kita
lakukan sekitar dua atau tiga bulan. Aku ingat, setiap istirahat di kelas, aku
nyuruh teman teman buat nggak ngebuang botol minum yang mereka beli di kantin.
Lalu aku ngumpulin botol botol itu dalam satu kresek merah besar untuk piket
barang bekas. Kita juga jual makanan dan minuman di Renon setiap hari Minggu.
And it was fun! Hahaha
h-3 Presslist, aku dan temen temen
40 di sekolah buat mempersiapkan semuanya. aku ikut ngambil peran kecil di
Presslist. Ikut ngangkat kursi dari ruang pertemuan ke workshop, nyapu nyapu,
nempel foto untuk pameran, ngirim surat ke sekolah sekolah, dan juga ngecap
surat yang banyaaaak banget.
Tiba hari H Presslist, kita semua sibuk di
bagian masing masing. Waktu itu aku menjadi ketua kesekretariatan umum bareng
sama Renita dan Gung ayu. Koorku yaitu kak Umik dan Kak Cok Ti. Aku dapat
bagian untuk jaga pendaftaran atau registrasi ulang, juga ngasi konsumsi ke
peserta yang datang.
Presslist pun berjalan dengan lancar
dari hari pertama sampai hari kedua. Rasanya bangga sekali ketika acara itu
bisa berjalan dengan baik walaupun msih banyak kekurangan. Wajah wajah letih
berubah riang ketika akhir acara dan kita semua joget dengan musik remix yang
menghentak. Acara kami sukses!!
![]() |
| Wajah wajah sumringah seusai Presslist. |
Malamnya dengan perut sudah sangat
kroncongan, kami membentuk lingkaran besar di lapangan. Mendapat giliran pembagian nasi jinggo dan air aqua
wkwkwk.
Aku seneng banget, haru, bangga,
bercampur jadi satu. Suasana kekeluargaan di aku sangat kental. Mungkin benar
bahwa bahagia itu sederhana. Sesederhana makan nasi jinggo di malam hari
bersama teman dan kakak kakak lain. Tertawa bersama di bawah sunyinya langit
malam.
Banyak pelajaran dan pengalaman yang
aku dapat selama setahun di Madyapadma.
Aku belajar bahwa kita nggak perlu
membentak untuk dihormati.
Hanya di Madyapadma aku benar benar
merasa dihargai sebagai adik kelas. Tidak ada senioritas sama sekali. Kita
semua sama. Kakak kakak 38 dan 39 juga baik sekali. Mereka sama sekali nggak
pernah membentak, memarahi, atau memasang wajah sok tekek supaya di hormati
adik kelasnya. Sikap mereka selama ini ramah dan selayaknya teman, kita bisa
bercanda dengan santai tanpa takut esok hari bakal dilabrak.
Hanya di Madyapadma, pulang malam
itu sudah seperti makanan sehari hari. Tapi pulang malam disini berfaedah yaa.
Masing masing punya hal penting yang harus dikerjakan. Entah lomba, mengerjakan
penelitian, atau lain lain. Aku juga merasa MP seperti rumah kedua. Di ruang
prajna paramitha, entah kenapa aku ngerasa nyaman. Nggak ada rasa cemas untuk
diam lama lama disana, atau bahkan numpang tidur. Rasanya nggak bisa
dideskripsikan!
Hanya di Madyapadma, aku bisa ketemu
pembimbing sekeren kak Ananta. Buat aku, kak Ananta bukan sekedar pembimbing,
beliau juga bisa jadi teman juga ayah. Jujur, ngobrol dengan kak Ananta itu
menyenangkan. Aku bisa berbicara topik apa saja. Dibalik penampilannya yang
khas, di mataku, kak Ananta itu coach
yang paling luar biasa. Pokoknya ketje!!
Di Madyapadma aku belajar bahwa
nggak ada perjuangan yang nggak membuahkan hasil. Aku belajar kalau apapun bisa
kita capai dengan kerja keras, ulet, dan mau terus belajar. Walaupun mungkin
hal itu kelihatan mustahil buat kita lakukan.
Dan hanya di Madyapadma aku
mengerti, suatu organisasi itu sukses bukan karena satu dua orang. Tapi karena
semuanya saling bekerja sama, kompak, mau menyatu satu dengan yang lainnya.
Seperti Presslist. Presslist nggak akan terselenggara dengan baik kalau hanya
angkatan 39 yang bekerja, atau hanya angkatan 40 yang bekerja. Semua itu karena
kita bersatu.
Sebenarnya, masih banyak lagi
pengalaman seru di Madyapadma yang mau aku ceritain. Tapi akan sangat panjang
kalau aku tulis semua di sini hehe.
Intinya
aku seneng bisa jadi bagian dari Madyapadma, semoga kita semua selalu kompak,
semakin solid dan bisa banggain Trisma!
Tetap
jadi MP yang sederhana tapi selalu berpikir kreatif dan terus berprestasi
1..2..3..MP
TRISMAAAAAAA!!!!




Yeyy gud Dayu Mirah! Keep blogging ya :)
ReplyDeleteTerimakasih telah berbagi pengalaman
ReplyDeleteDitunggu cerita setahun kedepannya ya :)
💚
ReplyDeleteaaa makasi kakak kakak! <3
ReplyDeleteasique
ReplyDelete