What are you looking for?

Monday, October 31, 2016

Seperti Kemarin


Ayah…
 
Masih erat di ingatanku

Wajah pucat mu terbaring lemah tak berdaya

Dengan alat- alat dan selang menempel di tubuhmu

Entah di mana jiwamu berada

Bersama senja, nafas terakhirmu kau hembuskan

Kala itu ingin rasanya aku mengutuk waktu

Atas sukma yang ia renggut


Aku merindu sosokmu

Seperti gersang yang merindu hujan


Kita bukan lagi terpisah oleh jarak

Kita dipisahkan oleh semesta


Ayah..

Lihatlah aku..

Darah daging yang dahulu mungil ini

Kini telah menjadi gadis yang jelita

Tujuh tahun berlalu seperti kemarin

Hari-hari yang kulewati tak lagi sama

seperti saat kau masih di sini

Pigura dan album usang menjadi saksi bisu

Seorang pria hebat pernah terlahir di dunia ini 


Ayah...

Jika reinakarnasi sungguh ada 
  
ketahuilah bahwa aku tak pernah menyesal menjadi anakmu

Sampai bertemu lagi di keabadian!



No comments:

Post a Comment

Leave a footstep! I'd love to know what you think ;)