Ayah…
Masih erat di ingatanku
Wajah pucat mu terbaring lemah tak berdaya
Dengan alat- alat dan selang menempel di tubuhmu
Entah di mana jiwamu berada
Bersama senja, nafas terakhirmu kau hembuskan
Kala itu ingin rasanya aku mengutuk waktu
Atas sukma yang ia renggut
Aku merindu sosokmu
Seperti gersang yang merindu hujan
Kita bukan lagi terpisah oleh jarak
Kita dipisahkan oleh semesta
Ayah..
Lihatlah aku..
Darah daging yang dahulu mungil ini
Kini telah menjadi gadis yang jelita
Tujuh tahun berlalu seperti kemarin
Hari-hari yang kulewati tak lagi sama
seperti saat kau masih di sini
Pigura dan album usang menjadi saksi bisu
Seorang pria hebat pernah terlahir di dunia ini
Ayah...
Jika reinakarnasi sungguh ada
ketahuilah bahwa aku tak pernah menyesal menjadi anakmu
Sampai bertemu lagi di keabadian!
No comments:
Post a Comment
Leave a footstep! I'd love to know what you think ;)