“ Ibu sudah muak!! Ini peringatan terakhir untukmu. Pokoknya, besok pagi, Ibu tidak mau melihat dia ada di rumah ini lagi. Titik.”
What are you looking for?
Friday, July 14, 2017
The Apple to My Pie
“ Ibu sudah muak!! Ini peringatan terakhir untukmu. Pokoknya, besok pagi, Ibu tidak mau melihat dia ada di rumah ini lagi. Titik.”
Wednesday, July 12, 2017
Pesisir Pantai di Bali : Pantai Kuta atau Pantai Sampah?

Bali sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia memang tidak pernah sepi oleh wisatawan.
Berbagai wisatawan dari mancanegara datang berbondong - bondong setiap hari hanya karena ingin tahu betapa indahnya pulau kita ini. Dari sekian banyak tempat tujuan wisata di Bali, sebagian besar akan menjadikan Kuta sebagai pilihan pertama. Kuta memang selalu identik dengan Bali, terutama Pantai Kuta. Kawasan ini tidak pernah sepi pengunjung.
Monday, July 3, 2017
Jika esok aku tiada
Semesta tak akan goyah
pada porosnya
Karena ia kehilangan
sebuah debu
Yang tak berbekas dalam
kalbu
Saturday, July 1, 2017
Teruntuk kamu, teman hidupku kelak.
Hai,
Sedikit
canggung, ya? Mmm..aku bingung bagaimana harus menyapamu.
Aku
belum tahu bagaimana rupamu. Aku juga tak tahu siapa namamu. I have no idea who
are you, but these are something I wanna tell you, something you have to know
before you marry me. Read this carefully.
Mungkin
saja kamu adalah teman SD,SMP, SMA, atau bahkan teman kuliahku? Atau mungkin
kamu adalah orang yang pernah berpapasan denganku di tengah keramaian.
Mungkinkah kita pernah bertemu sebelumnya? Mungkinkah kamu pernah bertanya
tanya hal yang sama sepertiku? Ah, tentu tidak. Maaf ya, aku memang suka
mempertanyakan hal yang tak perlu dipertanyakan. Lagi pula tidak penting.
Aku
selalu bermimpi dipertemukan dengan laki laki idamanku, persis seperti pria
yang aku baca di novel novel kesayanganku. Yang tampan, romantis, ada setiap
saat, pintar, tinggi, intinya segala kesempurnaan ada pada dirinya. Tapi aku
sadar, mereka itu fiksi. Tidak ada laki laki seperti itu di dunia nyata. Kenyataan
itu memang payah, ya. Aku tidak akan menuntutmu menjadi seperti mereka. Karena
aku tak sempurna, begitu juga kamu.
Mudah kok,
mendapatkan hatiku.
Pertama,
berpenampilan lah yang baik. Tentu hal pertama yang akan aku lihat darimu
adalah fisik. Lets
be honest, everyone do the same. Tak masalah jika hidungmu tak mancung,
atau pipimu mengembung. Setidaknya ada sesuatu yang bisa aku cubit saat sedang
kesal. Atau tak masalah jika kulitmu coklat tua. It looks adorable.
Tapi, berpenampilan lah yang baik. Wanita suka laki - laki yang rapi.
Kedua,
bekerjalah dengan giat. Suatu hari nanti, kamu tidak hanya menghidupiku. Kita
punya seorang putri cantik dan seorang putra yang tampan yang harus dibiayai.
Di masa yang akan datang, harga tanah pasti naik. Segala perlengkapan mahal.
Bahan kebutuhan pokok mungkin akan melonjak. Jadi, bekerjalah dengan giat agar
semua kebutuhan kita tercukupi.
And the last. I beg you, please be faithful.
Would you? :)
Okay, now it's my turn to explain myself. So you're not
get surprised when we live together.
Aku
bukanlah tipe wanita pencemburu. Aku akan memberikanmu kebebasan untuk bergaul
dengan teman teman perempuanmu. Aku tak masalah bila kamu mengobrol, berfoto,
berjabat tangan dengan mereka. Memang, ada rasa takut kalau kalau kamu
direnggut oleh mereka. Tapi aku yakin, lelaki yang benar benar mencintaiku
pasti tahu bagaimana harus bersikap pada perempuan lain. Juga tahu, ada batas
batas yang tak boleh dilanggar.
Sama
halnya seperti aku memberikan kebebasan padamu, jangan tanyakan padaku “mana
yang lebih penting, keluarga atau karir?” karena bagiku, keduanya
penting. Aku menyayangi keluarga kecilku. Kamu, anak - anak kita. Aku juga suka
bekerja, aku menyukai apa yang aku kerjakan. Jadi kuharap, kamu tidak
membiarkanku menjadi wanita tidak berguna setelah bersusah payah mendapat gelar
S2, lalu hanya berakhir menjadi ibu rumah tangga. Aku tak ingin jadi wanita
yang menyusahkanmu. Aku ingin membantumu, bersama sama membesarkan anak kita.
Aku janji, aku tak akan menelantarkan mereka. Aku akan mencari pekerjaan yang
fleksibel, jika memungkinkan.
Aku
akan belajar memasak makanan kesukaanmu, langsung dari ibumu. Aku yakin lidahmu
sudah terhipnotis rasa masakan beliau selama bertahun tahun. Aku akan
mempelajari resepnya. Jadi kamu tidak perlu membeli masakan di luar. Tapi tak
apa, sesekali. Maafkan aku, ya, jika terkadang masakannya tak enak, keasinan,
kurang manis, atau terlalu matang. Namanya juga baru belajar, hehe. Aku juga
akan merawat diriku dengan baik. Aku akan belajar make up. Jadi kamu tak punya
alasan untuk melirik wanita lain.
Aku
memang sedikit ambisius. Aku tak akan menerimamu apa adanya. Maafkan aku ya,
jika menuntutmu banyak hal. Aku tak mau punya pendamping hidup yang tidak bisa
diandalkan. Belajarlah sedikit banyak tentang mesin, kelak jika televisi, mesin
cuci, atau kendaraan kita rusak, kamu tahu bagaimana cara memperbaikinya. Jika
suatu hari keran, pipa, atau atap rumah kita bocor, kamu tahu bagaimana cara
mengatasinya.
Baiklah,
sekian dulu yang ingin aku sampaikan untukmu. Sampai bertemu di masa
depan!
Salam manis dari calon teman hidupmu,
Denpasar, 1 Juli 2017
Subscribe to:
Comments (Atom)
